Minggu, 29 Juli 2012

Menelanjangi Wikipedia dengan Film Truth in Numbers

13435433612038836891
Dunia maya memang telah mengubah cara hidup kita dalam mencari informasi. Kalau kita ingin tahu mengenai sesuatu, tinggal tanya mbah google atau mbah-mbah lainnya. Dan dalam hitungan detik akan muncul puluhan atau ribuan laman yang berisi kata kunci yang dicari.
Pada umumnya kata kunci itu sudah tersedia sebagai salah satu lemma atau entry di wikipedia, online ensiklopedia yang terbuka, gratis dan juga bahkan tersedia dalam lebih dari 270 bahasa.
Sebagai pengguna internet, kita sering merasa bahwa semua informasi yang ada di jutaan halaman wikipedia itu benar adanya. Namun sebuah film dokumenter berjudul “Truth in Numbers? Everything According to Wikipedia“, telah memberikan dimensi lain dari keberadaan ensiklopedi online ini.
Sabtu, 28 Juli 2012, sekitar pukul 10 45, Saya melangkahkan kaki menuju @america, pusat kebudayaan Amerika yang serba canggih dan terletak di salah satu pojok pusat perbelanjaan Pacific Place, di kawasan SCBD Jakarta.
1343543427112882961
Karena film dokumenter “Truth in Numbers” baru akan dimulai pada pukul 11, saya sempatkan melihat-lihat pusat kebudayaan negri Paman Sam yang penuh dengan kecanggihan teknologi informasi ini.
Film dokumenter dibuka dengan pemandangan di kota suci Varanasi di India, di tepian Sungai Gangga yang suci dan suasananya yang magis. Tetapi film ini juga mengajak penontonnya mengunjungi kota-kota lain seperti Taipei, Seoul, dan tentu saja Jakarta.
Yang menjadi inti film ini adalah berubahnya alur informasi yang di abad ke 20 disebut sebagai RO atau “read only”. Sedangkan pada abad ke 21 ini, informasi yang terangkum dalam wikipedia dapat disunting dan diubah oleh pembaca.
Keunikan wikipedia juga terletak pada identitas kontributor. Penulis dapat memilih menggunakan identitas yang jelas atau hanya menggunakan “username” yang bisa dalam wujud “pseudoname” atau nama pena. Bahkan penulis atau penyunting juga dapat memilih untuk tetap tidak dikenal karena memilih sebagai penulis dengan status “anonim”.
1343543454283073985
Setelah pemutaran film selesai acara juga dilanjutkan dengan sekilas presentasi dari “wikimedia Indonesia”, yang merupakan masyarakat wikipedia Indonesia. Wikimedia ini merupakan komunitas yang terdiri dari para relawan yang ikut menulis dan juga menyunting wikipedia berbahasa Indonesia.
Lebih menarik lagi karena komunitas ini juga ikut mengayomi beberapa wikipedia dalam bahasa daerah yang ada di Indonesia seperti bahasa Jawa dan Sunda.
Salah satu kegiatannya adalah mengadakan lomba menulis dalam bahasa Jawa yang diadakan dengan bekerja sama dengan program studi Bahasa Jawa dari beberapa Universitas.
Sedangkan kegiatan dalam bahasa Sunda yang baru saja usai adalah menyalin kamus Sunda Inggris yang sudah habis masa hak ciptanya. Hebatnya pemenang bukan berasal dari Tatar Sunda, melainkan dari Tanah Rencong Aceh dan Bumi Lancang Kuning Riau.
Acara dilanjutkan dengan presentasi “Creative Commons” yang menelaah lebih dalam mengenai seluk beluk hak cipta dalam dunia maya.

Peralatan gratis di @america ini pun ditutup ketika jam menunjukan sekitar pukul 14 siang setelah sesi tanya jawab. Setelah menyaksikan film Truth in Nunbers ini kita akan lebih bijak dalam menggunakan ensiklopedia online dan juga seni bersilacar di dunia maya. Semoga!

Sumber : Tekno Kompasiana

Tidak ada komentar:

Silahkan Sahabat pilih dan inputkan kode emoticons di bawah ini untuk dapat melihat hasilnya. Ex: :) dan seterusnya.
:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* : 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))
Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Silahkan Sahabat pilih dan inputkan kode emoticons di bawah ini untuk dapat melihat hasilnya. Ex: :) dan seterusnya.
:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* : 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))
Posting Komentar